Tahukah Kamu? Pulau Ini Penduduknya Semua Perempuan

Tahukah Kamu? Pulau Ini Penduduknya Semua Perempuan

709
memuat...
Penduduk Pulau Kihnu semua wanita
Penduduk Pulau Kihnu semua wanita

Harianpost.co.id – Ketika kita berkunjung atau tinggal di sebuah daerah, maka pemandangan ynag kerapkali kita lihat tentu adalah banyaknya keluarga bahagia yang dihuni oleh sepasang suami istri serta anak-anaknya. Akan tetapi apa jadinya jika ada suatu daerah yang hanya dihuni oleh kaum wanita saja?

Di eropa tepatnya di wilayah Estonia ada sebuah pulau kecil yang lokasinya terletak di laut baltik. Di pulau tersebut hanya dihuni oleh kaum wanita saja sebanyak 400 jiwa, pulau ini menjadi salah satu Negara matriarchal di dunia. Sebab pulau hanya dihuni oleh kaum wanita dan dipimpin juga oleh seorang wanita.

Keberadaan masyarakat yang hanya dihuni dan dipimpin oleh wanita ini bukanlah untuk mencari sensasi dunia, akan tetapi karena mereka tidak punya pilihan lain. Sebab pulau ini dihuni oleh kaum wanita adalah karena pasangan suami mereka pergi selama berbulan-bulan untuk bekerja mencari nafkah.

Hal itu memaksa mereka harus hidup mandiri dan bertanggung jawab dengan kehidupan keluarga mereka serta Negara. Pulau tersebut bernama pulau Kihnu, dan dipimpin oleh seorang wanita bernama Mare Matas yang sekaligus menjabat sebagai presiden di Yayasan Ruang Budaya Kihnu.

“Pria selalu lama dan berada jauh dari pulau ini, dan itulah alasan historis mengapa perempuan sangat kuat, dan sangat mandiri di sini,” ujar Mare Matas. Walaupun didominasi oleh kaum wanita akan tetapi mereka sangat menjaga budaya dan tradisi yang ada dan selalu dilestarikannya. Salah satunya adalah hingga berita ini diterbitkan mereka setiap hari masih memakai pakaian tradisional ketika beraktivitas sehari-hari.

“Budaya Kihnu memang menarik, kita masih mengenakan pakaian tradisional dalam aktivitas sehari-hari, kita juga memiliki lagu rakyat kuno yang masih dimainkan, dan kita juga menari bersama,” tutur Mare Matas. Sedangkan tantangan terbesar pada wanita disitu adalah bagaimana cara membuat generasi muda di pulau tersebut tetap berada di pulau Kihnu dan bekerja di pulau tersebut.

“Saya khawatir setiap hari budaya kita bisa hilang, karena budaya kita sangat berharga, masih terjaga, dan menjadi sebuah keajaiban,” ungkap Mare Matas. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...