Pentingkah Vaksin Difteri Untuk Orang Dewasa? Ini Jawabannya

Pentingkah Vaksin Difteri Untuk Orang Dewasa? Ini Jawabannya

200
memuat...
Pentingnya Vaksin Difteri Untuk Orang Dewasa
Pentingnya Vaksin Difteri Untuk Orang Dewasa

Harianpost.co.id – Penyakit Difteri kebanyakan memang dialami oleh anak-anak, akan tetapi bukan berarti orang-orang dewasa luput dari serangan penyakit Difteri secara otomatis. Perlu kita ketahui bahwa pemberian vaksin Difteri juga diperlukan oleh orang dewasa dan bukan hanya kepada anak-anak saja. Hal itu dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran Difteri.

Pihak Kementerian Kesehatan RI sangat menganjurkan pemberian vaksinasi Difteri kepada siapa saja tidak pedulia itu anak-anak atau orang dewasa untuk menanggulangi sekaligus mencegah penyebaran Difteri di Indonesia. Program Vaksinasi tersebut diadakan melalui ORI (Outbreak Response Immunization), dan sasaran utamanya adalah mereka yang berusia antara 1 sampai 19 tahun, terlebih lagi mereka yang tinggal satu wilayah dengan penderita Difteri. Sementara itu, pemberian vaksin Difteri untuk orang dewasa ini sangat diharapkan bisa dilakukan secara mandiri.

Upaya Untuk Mencegah Penularan Difteri

Sebelumnya kita mungkin sedikit banyak sudah mengetahui tentang penyakit Difteri, yang mana penyakit tersebut akan menyebabkan masalah pada pernapasan, mengakibatkan kelumpuhan, menyebabkan terjadinya gagal jantung dan bisa berujung pada kematian. Sementara itu penyebaran penyakit Difteri sendiri bisa melalui udara ketika penderita Difteri tersebut batuk atau bersin.

Sedangkan pemberian vaksin untuk orang dewasa dan anak-anak ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penularan penyakit Difteri. Dengan begitu penularan Difteri bis diminimalisir.

Pada umumnya, pemberian vaksin Difteri serta vaksin-vaksin yang lain itu diberikan kepada anak-anak ketika usia 2 sampai 4 bulan, hal ini sesuai dengan anjuran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia pada tahun 2017. Selain bisa meningkatkan kekebalan terhadap penyakit Difteri, pemberian vaksin tersebut juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya tetanus dan batuk rejan.

Sementara itu untuk anak-anak dengan usia 7 tahun keatas hingga orang dewasa akan memperoleh vaksinasi Td dan Tdap dan akan berlanjut diberikan vaksin lagi atau vaksin ulang 10 tahun sekali.

Orang Dewasa yang Perlu Segera Diberikan Vaksinasi Difteri

Berikut ini adalah beberapa tipe orang dewasa yang perlu segera diberikan vaksin Difteri jenis Tdap:

  • Mereka yang sama sekali belum pernah diberikan vaksinasi Tdap.
  • Mereka yang masih tidak jelas apakah mereka sudah diberikan vaksinasi Difteri atau belum.
  • Mereka yang bertindak sebagai Petugas kesehatan yang sering melakukan kontak langsung dengan pasien penderita Difteri.
  • Mereka yang memberikan perawatan kepada bayi di bawah umur 1 tahun, termasuk orang tua, kakek-nenek, dan pengasuh bayi yang rentan dengan penyakit Difteri.
  • Mereka yang melakukan perjalanan ke berbagai wilayah yang termasuk ke wilayah yang dianggap sebagai titik penyebaran difteri.
  • Mereka yang tinggal serumah, bertetangga, atau pernah menjenguk orang yang menderita penyakit difteri.
  • Mereka yang akan menjadi Calon ibu yang belum pernah melakukan vaksinasi Difteri.
  • Ibu hamil.

Pasca pemberian vaksinasi Difteri, dianjurkan orang tersebut mencatat atau menyimpan dengan baik data imunisasi dengan sebaik-baiknya. Jadi, jika kira-kira satu minggu setelah pemberian vaksinasi tersebut mengalami gejala alergi, kita bisa mengkonsultasikannya kepada dokter agar dilakukan evaluasi ulang sebelum diberikan vaksin kombinasi lainnya.

Dari penjelasan diatas tadi kita menjadi tahu akan pentingnya pemberian vaksin terhadap anak-anak maupun orang dewasa agar tubuh tidak rentan terserang penyakit atau tertular oleh orang lain. Oleh sebab itulah kita semestinya harus mematuhi anjuran pemerintah untuk menjaga kesehatan sebab sudah pasti pemerintah mengeluarkan anjuran itu berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para dokter ahli. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...