Gara-Gara Ini 2 Pelawak Jatim Diadili Di Hong Kong

Gara-Gara Ini 2 Pelawak Jatim Diadili Di Hong Kong

75
memuat...
Detik-detik saat dua pelawak jatim ditangkap
Detik-detik saat dua pelawak jatim ditangkap, foto: Henny/BBC Indonesia

Harianpost.co.id – Pelawak tradisional asal jawa timur bernama Cak percil dan caj yudho yang tergabung dalam grup Guyon Maton terpaksa harus berhadapan dengan hukum di negeri orang, Hong Kong pada hari selasa kemarin (05/02/2018). Dua pelawak tersebut dinyatakan melanggar UU Imigrasi Hong Kong karena telah tampil melawak pada sebuah acara dan mereka juga menerima bayaran, padahal visa mereka tercatat sebagai turis.

Dilansir dari detik, Terkait kasus tersebut Sri Kuncoro selaku Konsul Kejaksaan dari KJRI Hong Kong mengatakan, “Terkait kasus tersebut, pihak Imigrasi Hong Kong secara nyata telah menemukan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi pelanggaran izin tinggal maupun penyalahgunaan visa turis.

“Hal tersebut terbukti dengan telah disidangkannya kasus tersebut di Pengadilan Shatin hari ini.”

Parahnya, cak percil dan cak yudho ditangkap ketika mereka baru saja akan memulai menghibur para pekerja asal indonesia pada hari Minggu (04/02/2018) tepatnya di daerah Tsim Sha Tsui Hong Kong. Untuk mengantisipasi hal itu tidak terjadi lagi UU Imigrasi Hong Kong telah melarang semua orang yang datang ke kota tersebut untuk melakukan segala aktivitas yang sifatnya menerima bayaran (bekerja) jika visanya sebagai turis.

Apabila kedatangan mereka untuk mengisi acara lantas menerima bayaran, maka orang yang bersangkutan harus terlebih dahulu mengajukan pergantian visa menjadi visa hiburan ke bagian Imigrasi Hong Kong. Akiibat dari pelanggaran tersebut, yang bersangkutan akan dikenakan denda HKD 50.000 atau setara dengan uang sebesar 87 juta rupiah atau hukuman penjara selama dua tahun.

Lebih jauh lagi Sri Kuncoro juga menambahkan, “Oleh karena itu KJRI berharap semoga ini jadi pelajaran bagi kita seluruh WNI di Hong Kong. Di samping itu KJRI mengimbau agar semua WNI, organisasi, komunitas Indonesia yang ada di Hong Kong untuk dapat menjadi tamu yang baik dan taat dengan hukum serta aturan yang berlaku di Hong Kong.”

Kasus seperti ini sebelumnya juga pernah terjadi pada sosok Ustad Somad, dia telah ditolak oleh pihak Imigrasi di bandara Hong Kong. Saat itu visa yang ia gunakan juga adalah visa turis akan tetapi tujuannya adalah untuk tausiah dan menerima bayaran. Hal itu sempat menjadi perdebatan pada akhir Desember 2017 lalu. (www.harianpost.co.id)

 

Komentar

Loading...