Uber Akan Luncurkan Taksi Terbang di Tahun 2020

Uber Akan Luncurkan Taksi Terbang di Tahun 2020

62
memuat...
Taksi Terbang UberAir
Taksi Terbang UberAir

Harianpost.co.id – Mobil terbang yang bertebaran di atas perkotaan selama ini sering kita lihat dalma film-film fantasi. Kita selama itu juga seringkali membayangkan bagaimana jadinya jika kendaraan seperti itu benar-benar ada di kehidupan nyata. Benar juga, Uber tampaknya sudah memiliki komitmen yang sangat kuat sekali untuk melakukan uji coba taksi terbang pada tahun 2020 mendatang di beberapa kota besar dunia seperti Dubai, Los Angeles dan Texas.

Seperti laporany yang didapatkan dari Gizmodo pada hari Senin (12/02/2018), taksi terbang keluaran Uber tersebut didesain sangat berbeda dengan helikopter seperti biasanya. Sebab, ada sumber kuat yang melaporkan bahwa taksi terbang ini nanti tidak akan mengeluarkan suara yang bising seperti halnya helikopter, bahkan suaranya sama sekali tidak menggangu ketenangan, serta bisa terbang dan mendarat secara vertikal dengan sangat mudah.

Uber adalah salah satu perusahaan transportasi online dan mereka kali ini telah mempersiapkan sebuah software yang nantinya akan digunakan untuk mengatur rute taksi terbang, software tersebut saat ini sudah dalam masa penyelesaian dan dinamakan UberAir.

Rencana Uber untuk mewujudkan sebuah taksi terbang ini memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perusahaan penerbangan seperti Aurora, Bell Helicopter, Embraer, Mooney, serta Pipistrel. Bahkan Uber kabarnya juga melakukan kerja sama dengan NASA guna meningkatkan sistem lalu lintas yang nanti akan dilalui oleh taksi terbang.

Uniknya, taksi terbang ini nanti akan ada terminalnya sendiri yang dinamakan skysport. Jadi para penumpang yang ingin menaiki taksi terbang UberAir terlebih mereka harus pergi ke terminal skysport terdekat dan harus mengisi data destinasi melalui aplikasi Uber. Sementara itu terminal skysport rencananya akan ditempatkan di atas gedung-gedung tinggi.

Tidak seperti mobil taksi biasanya yang mana kita bisa menyewanya secara pribadi, taksi terbang ini kita akan diterbangkan bersama dengan penumpang lainnya seperti ketika kita naik kereta atau naik kendaraan umum lainnya yang memuat banyak penumpang. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat biaya penerbangan.

Satu hal lagi yang membuat taksi terbang ini berbeda dengan mobil taksi yang selama ini kita naiki, taksi terbang hanya akan mengantar penumpangnya ke terminal skyport terdekat dengan tujuan para penumpangnya seperti halnya kita naik bus atau kereta api.

Berhubung taksi terbang ini masih menggunakan tenaga baterai, maka jangkauan lokasi yang bisa dituju masih sangat terbatas, paling jauh hanyalah sekitar 60 mil atau setara dengan jarak 96 km. Taksi terbang besutan Uber ini bentuknya jauh berbeda dengan helikopter, dan lebih mirip seperti mobil terbang. Akan tetapi Justin Erlich yang menjabat sebagai Kepala Kebijakan Kendaraan otonom dan Penerbangan Urban Uber mengatakan bahwa dirinya ternyata kurang suka dengan istilah mobil terbang atau taksi terbang, justru Justin lebih suka menganggap kendaraan tersebut sebagai gabungan dari pesawat terbang dan helikopter.

Justin Erlich mengatakan, “Istilah itu (mobil terbang) memang luar biasa, tapi itu bisa memunculkan citra kendaraan yang terbang dari permukaan tanah.” ANggapan Justin tersebut masuk akal karena pada taksi terbang itu di bagian sampingnya juga terdapat sayap seperti pesawat terbang dan diberikan baling-baling di bagian ujungnya agar bisa meluncur cepat dan mendarat dengan efisien.

Pada taksi terbang Uber tersebut juga terdapat rotor, hanya saja rotornya berbeda dengan helikopter pada umumnya, rotor pada taksi terbang Uber tersebtu akan berjumlah lebih dari satu. Sementara itu untuk mengurangi suara berisiknya, insinyur NASA juga turut membantu pengembangannya dengan menciptakan sebuah propulsi listrik terdistribusi. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...