Apakah Vaksin Difteri Aman Untuk Ibu Hamil? Ini Jawabannya

Apakah Vaksin Difteri Aman Untuk Ibu Hamil? Ini Jawabannya

115
memuat...
Vaksin digteri bagi ibu hamil
Vaksin digteri bagi ibu hamil

Harianpost.co.id – Belakangan ini difteri bisa dikatakan sudah masuk dalam level wabah karena semakin banyak orang yang menjadi korban, oleh karena itulah banyak anak-anak dan orang dewasa yang diberikan vaksin Difteri agar bisa melawan serangan virus tersebut. Lantas sekarang bagaimana dengan ibu hamil? Apakah vaksin Difteri itu aman untuk ibu hamil? Simak penjelasannya di bawah ini.

Perlu kita tahun bahwa Difteri ini bisa menyerang siapa saja, salah satunya adalah ibu hamil. Sementara itu vaksinasi Difteri ini bisa memberikan manfaat untuk melindungi bayi dalam kandungan dan ibu hamil. Jadi ibu hamil tidak perlu khawatir terhadap vaksin Difteri, sebab vaksin tersebut resikonya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh setelah melakukan vaksinasi. Vaksin Difteri ini tergolong aman bagi ibu hamil sebab vaksin tersebut tidak mengandung bakteri hidup, jadi tidak menimbulkan resiko bagi janin.

Vaksin Difteri untuk Ibu Hamil

Manfaat dari pemberian vaksin Difteri (DTP) ini akan memberikan perlindungan terhadap serangan Difteri. Selain itu vaksin tersebut juga akan menambah daya tahan tubuh ibu hamil terhadap tetanus dan pertussis (batuk rejan). Jadi, vaksin Difteri justru merupakan salah satu vaksin yang direkomendasikan terhadap ibu hamil di usia kehamilan 27 sampai 36 minggu atau di usia-usia akhir kehamilan.

Bagaimana dengan efek samping vaksin Difteri bagi ibu hamil?

Setiap pemberian imunisasi pasti ada efek sampingnya, begitu juga dengan vaksin Difteri yang mana jika diberikan pada ibu hamil akan mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Efek samping tersebut masih tergolong sangat wajar terjadi, ibu hamil akan segera merasakan efek sampingnya segera setelah pemberian vaksinasi dan bisa berlangsung hingga tig aminggu lamanya. Biasanya efek samping yang pertama kali dirasakan adalah munculnya demam ringan serta pada tempat bekas suntikan itu akan mengalami bengkak.

Vaksin yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Selain vaksin Difteri, ada beberapa vaksin yang juga direkomendasikan oleh dokter untuk ibu hamil, contohnya seperti vaksin influenza. Akan tetapi kita juga harus tahu bahwa ada beberapa vaksin yang ternyata harus dihindari oleh ibu hamil. Vaksin-vaksin tersebut adalah sebagai berikut:

  • Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Ini adalah vaksin yang berguna untuk mencegah terjadinya serangan campak, gondongan serta menangkal virus rubella. Biasanya diberikan 1 bulan sebelum hamil.
  • Vaksin Varicella. Bagi ibu hamil sendiri sebenarnya vaksin ini aman, akan tetapi masih belum diketahui apakah vaksin ini aman untuk janin atau tidak. Maka dari itulah demi keamanan sebaiknya ibu hamil tidak diberikan vaksin ini. Jika memang ingin mendapatkan vaksin lakukannya satu bulan sebelum hamil.
  • Vaksin Polio. Vaksin polio ini pada umumnya memang direkomendasikan untuk ibu hamil akan tetapi hal itu harus dengan pertimbangan khusus dari dokter. Seban vaksin ini hanya akan diberikan jika resiko terserang infeski polio semakin meningkat.
  • Vaksin Pneumococcal. Hingga saat ini, vaksin Pneumococcal ini masih beum diketahui aman atau tidak diberikan untuk ibu hamil. Jadi, konsultasikanlah pada dokter untuk mengetahuinya manfaat serta resikonya.
  • Vaksin Hepatitis A. Sama seperti vaksin Pneumococcal, vaksin hepatitis A ini juga masih belum diketahui apakah aman atau tidak untuk ibu hamil. Jadi pemberian vaksin ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil meskpiun dari kacamata teori vaksin ini memiliki resiko yang rendah terhadap gangguan pada janin.

Jadi, agar program kehamilan anda berjalan dengan baik maka sebelumnya merencanakannya sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar anda mendapatkan banyak pengetahuan tentang kehamilan termasuk pantangan-pantangannya. Hal ini sangat dianjurkan bagi ibu yang baru pertama kali hamil. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...