Ternyata Ini Alasan Kenapa Indonesia Masih Impor Garam Industri

Ternyata Ini Alasan Kenapa Indonesia Masih Impor Garam Industri

100
memuat...

Harianpost.co.idMenurut AIPGI (Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia) kebutuhan garam industri di Indonesia sebagian besar adalah impor karena 85% kebutuhan garam di Indonesia merupakan hasil impor. Berdasarkan keterangan Sekertaris Umum AIPGI, Cucu Sutara, tindakan impro dilakukan karena kualitas garam industri masih belum memenuhi kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan industri. Garam dalam negeri memiliki kadar NaCl yang lebih rendah yakni 94% sementara garam yang diperlukan industri harus memiliki kadar NaCl 97.5%.

Cucu mengatakan bahwa meskipun Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, garam yang dihasilkan sedikit karena faktor iklim dan keterbatasan lahan. Hanya beberapa wilayah di Indonesia yang bisa menghasilkan garam diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

“Kami harus akui kalau negara Indonesia negara yang faktor iklimnya ekstrim, jadi panasnya itu paling maksimal empat bulan, beda dengan Australia bisa sampai 8-9 bulan untuk standar garam industri belum memenuhi syarat, kita tahu produksi dalam negeri tergantung pada cuaca atau iklim.” Kata Cucu.

Ia juga menambahkan bahwa faktor lain yang juga berpengaruh adalah teknologi yang digunakan para petani garam masih tradisional sehingga perlu dukungan dari pihak pemerintah. “Kalau seandainya pemerintah bisa melakukan pembinaan, ekspansi, dan investas di sektor garam yang bisa memenuhi syarat, buat apa kita impor? Ini kan hanya izin menjaga stabilitas untuk perusahaan.” Ujar Cucu.

Komentar

Loading...