Fakta Zaini Misrin Arsyad, TKI Yang Dihukum Pancung Di Arab Saudi

Fakta Zaini Misrin Arsyad, TKI Yang Dihukum Pancung Di Arab Saudi

127
memuat...
Muhammad Zaini Misrin Arsyad
Muhammad Zaini Misrin Arsyad, Foto: Zaenal Effendi/detikcom

Harianpsot.co.id – Salah satu tenag kerja Indonesia (TKI) bernama Muhammad Zaini Misrin Arsyad (53) baru saja duhukum pancung di Negara Arab Saudi pada hari Minggu (18/3/2018) atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya sendiri beberapa tahun silam. Muhammad Zaini Misrin Arsyad merupakan warga Negara Indonesia asal Madura Jawa Timur.

Zaini berangkat menjadi TKI ke Arab Saudi pada tahun 1992, sedangkan Tuduhan pembunuhan yang dijatuhkan kepada Zaini itu terjadi pada tahun 2004, di tahun itulah Zaini ditangkap karena telah dituduh membunuh majikannya sendiri bernama Abdullah Bin Umar Muhammad Al-Sindy.

Pada tahun 2008 Zaini telah divonis hukuman mati oleh pemerintah Arab Saudi, sebelum dijatuhi vonis itu kabarnya Zaini terus dipaksa untuk mengaku. Ada sumber yang menyatakan bahwa Zaini  sebenarnya telah ditekan agar mengaku. Selama itu juga pihak pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah terus mendampingi proses hukum Zaini Misrin dalam setiap sidangnya termasuk pengajuan banding pada bulan Oktober 2009 hingga 2014.

Namun banding yang diajukan oleh pemerintah Indonesia seakan tidak bisa diganggu gugat hingga akhirnya Muhammad Zaini Misrin Arsyad dijatuhi hukuman mati pada hari Minggu, 18 Maret 2018. Muhammad Zaini Misrin Arsyad yang memiliki nama panggilan Slamet ini sebelumnya sempat berkomunikasi dengan keluarganya via telepon satu hari sebelum eksekusi mati dilakukan.

Mungkin karena tidak ingin keluarganya merasa khawatir, Muhammad Zaini Misrin Arsyad sama sekali tidak berbicara mengenai hukuman pancung tersebut kepada keluarganya, ia hanya memberikan pesan kepada keluarganya.

Anak pertama Zaini yang bernama Saiful Toriq (25) mengatakan, “Abah (Zaini) hanya berpesan kalau Umi (ibu) akan kerja di Arab Saudi dan saya disuruh jaga adik dan rumah. Tidak ada kata-kata akan dieksekusi. Hanya pesan itu saja, jaga rumah dan Umi akan kerja di Arab lagi.”

Saiful Toriq sangat yakin bahwa ayahnya itu sama sekali tidak pernah membunuh majikannya sendiri, sebab Saiful tahu betul bagaimana kepribadian ayahnya tersebut. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...