Prediksi Prabowo: Indonesia Akan Bubar Tahun 2030

Prediksi Prabowo: Indonesia Akan Bubar Tahun 2030

172
memuat...
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

Harianpost.co.id – Ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang sedikit kontorversial yang mana dirinya mengatakan bahwa Indonesia akan bubar di tahun 2030. Menganggapi hal itu partai Golkar meminta kepada Prabowo sebagai pemimpin partai untuk tidak menebar sikap pesimistis.

Hasan Syadzily yang menjabat sebagai Ketua DPP Golkar memberikan tanggapannya mengenai apa yang dikatakan oleh Prabowo, “Darimana data tersebut? Jangan selalu menebar sikap yang pesimistis untuk bangsa ini. Tumbuhkan terus harapan yang optimistis untuk kemajuan bangsa.”

Golkar justru menilai kalau Indonesia bisa masuk ke dalam 5 besar negara dengan ekonomi yang paling maju di tahun 2030, sikap optimis Golkar ini tentu berbalik 180 derajat dari sikap pesimistis Prabowo. “Partai Golkar sendiri sangat sangat optimistik dengan masa depan bangsa pada tahun 2030. Kita punya Visi Negara Kesejahteraan 2045,” kata Hasan.

Oleh sebab itulah sebagai petinggi Golkar, Hasan meminta kepada Prabowo agar tidak mengatakan hal itu di depan para pendukungnya sebab itu bukanlah sikap seorang pemimpin sejati. “Jadi sebaiknya hentikanlah menebar sikap pesimis. Bangun generasi yang optimisme. Bangun bangsa ini bukan dengan retorika, tapi dengan karya dan kerja,” lanjut Hasan.

Beberapa hari lalu partai Gerindra sempat mengunggah video yang memperlihatkan pidato Prabowo dimana ketika itu Prabowo menyebut Indonesia bubar di tahun 2030, pendapat tersebut katanya berdasarkan dengan kajian ahli dari luar negeri.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cuplikan dari isi pidato Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Indonesia akan bubar di tahun 2030:

Saudara-saudara!

Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung!

Mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa.

Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.

Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!

Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas!Semakin maling!

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

Komentar

Loading...