Kepastian Hukum Wajib Pajak Dipertegas Dengan Tax Amnesty

Kepastian Hukum Wajib Pajak Dipertegas Dengan Tax Amnesty

519
memuat...

Kepastian-Hukum-Wajib-Pajak-Dipertegas-Dengan-Tax-Amnesty

Harianpost.co.id RUU Tax Amnesty atau Rancangan Undang – undang Pengampunan Pajak masih terus bergulir pembahasannya. Adanya pembahasan tentang RUU tersebut justru memunculkan kekhawatiran akan menjadi jalan untuk mengampuni para tikus berdasi.

Untuk menepis kekhawatiran yang terus bergulir di masyarakat, Managing Partner Danny Darussalam Tax Center, Darussalam, mengatakan bahwa kebijakan pengampunan pajak tidak serta merta akan membebaskan para pelaku korupsi dari tuntutan hukum. Tax amnesty tidak berkaitan dengan penghapusan pidana di luar pidana perpajakan, tambahnya lagi.

Sesungguhnya tujuan utama dari RUU tax amnesty ini adalah untuk memberikan kepastian hukun dan keadilan bagi seluruh wajib pajak. Darussalam mengatakan bahwa tax amnesty hanya bicara tentang penghapusan pajak terutang, sanksi administrasi pajak dan penghapusan sanksi pidana perpajakan dengan membayar uang tebusan.

Dalam RUU pengampunan pajak pasal 2 dituliskan bahwa setiap wajib pajak berhak mendapatkan pengampunan pajak. Akan tetapi ada pengecualian bagi WP yang sedang berada dalam proses penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.

Menurut Darussalam, tax amnesty memiliki beberapa tujuan. Tujuan pertama yaitu penerimaan jangka pendek, dimana penerimaan uang tebusan akan menambah APBNP 2016 yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan.

Dikutip dari Liputan6.com, Darussalam menjelaskan “Kedua, tujuan jangka panjang melalui penguatan basis data, di mana akan dapat memperluas subjek pajak dan menambah objek pajak yang nanti dipergunakan untuk mengawasi perilaku wajib pajak pasca tax amnesty agar tetap patuh. Ketiga, masa transisi sebelum pemberlakuan pertukaran informasi perbankan secara otomatis di lingkungan internasional.”

Oleh karenanya, Beliau meminta agar masyarakat jangan hanya memikirkan tujuan pendeknya saja. Tujuan besar tax amnesty yang sebenarnya adalah untuk perbaikan sistem perpajakan, yaitu sistem yang lebih adil, transparan, dan menjamin penerimaan yang berkesinambungan melalui pengumpulan data subjek pajak dan objek pajak yang didapat dari tax amnesty tersebut.

Komentar

Loading...