Polisi di Blitar Bantu Wanita Gangguan Jiwa Melahirkan

Polisi di Blitar Bantu Wanita Gangguan Jiwa Melahirkan

228
memuat...
Polisi bantu wanita melahirkan
Polisi bantu wanita melahirkan

Harianpost.co.id – Dua polisi di Blitar berpangkat Bripka bernama Gaguk Sugianto dan Tri Suyoko benar-benar tidak pernah menyangka akan mengalami hal yang mendebarkan pada hari Minggu (01/04/2018) dini hari. Dua polisi yang awalnya menjalankan tugas untuk patroli itu mendengar suara seperti wanita kesakitan.

Mereka berdua yang ketika itu sedang mengendarai mobil patroli pun langsung menghentikan mobil dan mencari dari mana arah sumber suara tersebut, dengan berbekal lampu senter akhirnya mereka menemukan sosok wanita yang sedang berusaha untuk melahirkan bayi. Wanita itu bernama Sri Wahyuni dan sedang tergolek di wilayah Hutan Kembangan Kelurahan Kembangarum Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar.

Bripka Gaguk mengatakan dirinya sungguh terkejut melihat kejadian itu, “Ya kaget, panik campur jadi satu. Tapi kami harus bergerak cepat soalnya posisi bayi sudah kelihatan.” Tahu bahwa Sri sedang berjuang melahirkan bayi, mereka berdua tanpa berpikir panjang langsung mengangkat tubuhnya dan rencananya akan dibawa ke puskesmas. Namun keadaannya justru berbeda.

“Tidak mungkin lagi dibawa ke puskesmas. Pak Tri telepon bidan, orangnya juga lagi nangani persalinan. Ya sudah, saya siapkan hati membantu persalinan yang harus dilakukan saat itu juga,” tutur Gaguk. Maka persalinan Sri Wahyuni itupun berlangsung di atas mobil back bone dengan bantuan senter dari temannya dan hebatnya proses pesalinan itu bisa berjalan dengan baik.

Bripka Gaguk Sugianto pun mengaku bahwa dirinya sempat panik serta gugup namun ia berusaha untuk tetap tenang dan mengarahkan wanita itu untuk mengelurakan bayinya secara perlahan. Masalah kembali terjadi, ketika bayi berhasil keluar, ia tidak menangis seperti bayi pada umumnya, sebab bayi tersebut ternyata terlilit tali pusar.

Dua polisi itu lantas memutuskan untuk mencari tempat yang sedikit terang, tepat di depan warung yang saat itu masih buka wanita itu dipindahkan ke kursi bambu. Bripka Gaguk kembali menceritakan, “Saya butuh penerangan cukup, setelah kami pindah kesitu, baru saya urai lalu saya lepaskan lilitan tali pusar di leher bayi. Begitu lilitan terlepas, bayinya langsung menangis keras. Lega saya rasanya.”

Dua polisi itu kemudian dibantu warga sekitar membantu menggunting tali pusar tersebut kemudian mereka membawa wanita itu untuk dievakuasi ke puskesmas terdekat. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...