Berhubungan Intim Saat Haid Apa Bisa Hamil? Bisa, Ini Alasannya

Berhubungan Intim Saat Haid Apa Bisa Hamil? Bisa, Ini Alasannya

387
memuat...
Berhubungan intim saat haid
Berhubungan intim saat haid

Harianpost.co.id – Bagi sebagian orang terutama mereka yang beragama Islam, melakukan hubungan intim saat haid memang tidak disarankan bahkan hukumnya haram. Tapi di satu sisi, istri yang menolak ajakan suami untuk berhubungan intim maka sang istri itu akan dilaknat oleh malaikat hingga pagi. Maka dari itulah ketika istri sedang  haid dibutuhkan sebuah pengertian dari sang  suami dan si istri perlu mengatakan pada suami mereka dengan cara yang halus.

Larangan tersebut bukannya tanpa alasan, sebab berhubungan intim saat haid secara medis juga tidak disarankan karena kondisinya tidak higienis, tidak nyaman, serta resiko kesehatannya juga tinggi. Namun terkadang si istri pun tidak mengetahui bahwa mereka saat itu sedang memasuki masa haid. Jika sudah terlanjur tidak mengetahui maka ada keringanan atas hukumnya. Dari masalah seperti ini banyak juga yang bertanya berhubungan intim saat haid apa bisa hamil? Jawabannya ternyata bisa hamil.

Walaupun berhubungan seks saat haid itu kemungkinan untuk bisa hamil terbilang kecil, akan tetapi bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 sampai 30 hari maka mereka sangat berpotensi bisa hamil alias kemungkinannya untuk hamil besar. Kecuali bagi wanita yang memiliki siklus mentruasi lebih pendek dari 28 hari, maka kemungkinannya untuk hamil masih sangat kecil sekali.

Seorang wanita masih tetap bisa hamil meskipun berhubungan intim saat haid itu jika mereka melakukan hubungan tersebut ketika memasuki masa pertengahan menstruasi atau ketika memasuki masa akhir menstruasi. Alasannya karena sperma yang masuk ke dalam rahim itu masih bisa bertahan hidup selama kurang lebih 5 hingga 7 hari meskipun si wanita dalam kondisi haid.

Untuk keterangan lebih lengkapnya bisa anda simak beberapa hal penting di bawah ini:

  • Jika wanita tersebut memiliki siklus menstruasi jangka pendek antara 21 sampai 24 hari, maka itu artinya wanita tersebut memiliki ovulasi lebih cepat dari pada biasanya. Jika saja wanita tersebut melakukan hubungan seksual pada pertengahan atau pada akhir masa haid dan jika saja sperma si pria masih bisa bertahan hidup maka kemungkinan besar wanita itu akan hamil 4 sampai 5 hari setelah berhubungan intim.
  • Sementara itu wanita dengan siklus menstruasi 28 hingga 30 hari memiliki potensi kehamilan yang cukup besar jika mereka melakukan hubungan intim di akhir masa menstruasi. Maksudnya adalah jika saja haid itu terjadi kurang dari satu minggu, maka ovulasi biasanya akan terjadi pada hari ke 11 serta pada hari ke 21, jika mereka melakukan hubungan pada masa itu maka potensi kehamilannya akan cukup besar.
  • Sperma seorang pria itu bisa menunggu di tuba falopi pada hari ke 6 untuk melakukan pembuahan. Jadi jika wanita melakukan hubungan seksual pada hari ke 7 sedangkan masa menstruasi wanita tersebut terjadi pada hari ke 6, maka wanita tersebut sangat berpotensi untuk hamil.
  • Beberapa wanita terkadang banyak yang salah dalam menghitung masa mentruasi mereka lantaran sebab munculnya flek ringan sebelum atau sesudah masa haid. Kesalahan perhitungan inilah yang kebanyakan menjadi pemicu mereka bisa hamil.

Dari keterangan diatas bisa kita simpulkan bahwa wanita yang memiliki siklus mentruasi baik itu pendek maupun panjang masih tetap berpotensi besar bisa hamil jika berhubungan seksual dengan pasangan. Dan sebaliknya, wanita dengan siklus pendek atau panjang potensi bisa hamil akan sangat kecil sekali jika mereka melakukan hubungan badan sebelum masa menstruasi. Itu karena sel telur hanya bisa bertahan selama kurang lebih 12 sampai 14 jam setelah adanya pembuahan.

Oleh sebab itulah, masa-masa berhubungan paling aman tanpa perlu khawatir terjadi kehamilan adalah masa-masa tepat sebelum wanita mengalami haid. Bagi anda yang masih ingin berhubungan intim ketika istri atau si wanita dalam kondisi haid, menggunakan kondom merupakan jalan alternatif yang baik. Selain itu, kondom bisa melindungi anda dari segala jenis penyakit karena adanya darah kotor yang ada pada diri wanita. Perlu anda ketahui bahwa penyakit HIV itu kebanyakan bisa menular melalui darah haid.

Sebab ketika wanita haid, maka leher rahim akan terbuka dan pada saat itulah resiko terjadinya infeksi semakin tinggi. Bayangkan jika anda masih berhubungan seksual pada saat-saat tersebut. Mungkin karena hal itulah agama Islam melarang suami istri untuk berhubungan intim ketika istri dalam kondisi haid.

Dan mengenai berhubungan seksual pada saat haid, sekarang pilihan ada di tangan anda masing-masing. Jika ingin tetap berhubungan, maka perhatikan hal-hal yang sudah disebutkan diatas atau anda tidak melakukaknnya sekalian.

Komentar

Loading...