Review Film ‘Fantastic Beast 2: The Crimes of Grindelwald’

Review Film ‘Fantastic Beast 2: The Crimes of Grindelwald’

103
memuat...

Harianpost.co.idImajinasi J.K Rowling tampaknya patut diacungi jempol. Selain series Harry Potter yang ia tulis sejak tahun 90-an bukan hanya menjadi fenomena multi generasi, terutama generasi millenial yang tumbuh dan berkembang pada setiap series Harry Potter hingga yang terakhir diterbitkan, The Deathly Hallows pada tahun 2007. Hingga ternyata di Tahun 2016, J.K Rowling kembali memvisualisasikan imajinasinya pada film ‘Fantastic Beast and Where to Find Them’. yang ceritanya dapat dikatakan ‘unfogettable’. Serial Fantastic Beast ini merupakan prequel dari series Harry Potter sehingga bagi penonton yang mungkin tidak mengikuti semua film Harry Potter, akan tetap mengerti alur dari cerita ini.

Melanjutkan cerita dari seri yang sebelumnya, beberapa waktu yang lalu Warne Bros. Picture kembali merilis sekuel dari Fantastic Beast yang berjudul ‘Fantastic Beast 2: The Crimes of Grindelwald’. Pada pembukaan film dari seri kedua film Fantastic Beast ini dibuat sangat impresif yang sekilas akan mengingatkan kita pada pembukaan film Harry Potter: The Deathly Hallows part 1. Namun sayangnya, visual dari dari film ini tampak sedikit lebih rendah. Akting para pemainnya seperti Johnny Depp yang berperan sebagai Grindelwald sangat memukau karena memiliki karakter seperti seorang psikopat yang kuat meskpin sang aktor tampak kelelahan dibalik lensa kontak yang ia pakai. Meski begitu, akting Eddie Redmayne yang berperan sebagai Newt Schamander dan Katherine Waterston yang berperan sebagai Tina Goldstein masih sangat kompak. Munculnya karakter guru pertahanan ilmu sihir di Hogwarts, Albus Dumbledore yang diperankan oleh Jude Law cukup mengejutkan dan mencuri perhatian.

Memliki genre magical fantasy, singkat cerita inti dari cerita film ini adalah senjata makan tuan yang cukup menarik untuk diikuti. Susunan plot film saling berkaitan dan agak berdesakan sehingga cukup membingungkan. Bagi penggemar film Harry Potter, sejenak akan teringat kisah sekolah sihir Hogwarts karena beberapa part tervisualisasikan secara jelas. Hal lain yang disayangkan dari seri ini adalah pesona karakter utama Newt, Tina dan Credence cukup timbul tenggelam dengan sub plot-sub plot dan karakter yang lain sehingga tampaknya dialog-dialog antar karakternya tidak dibangun dengan premis yang kuat.

Secara keseluruhan, terlepas dari banyaknya kontroversi di film ini mulai dari isu LGBT hingga penggambaran pemeran dari Nagini yang merupakan salah satu mitologi dari Indonesia, film ini cukup recommended untuk ditonton. Kesan spektakuler magical dari film ini masih tetap terasa. Sementara itu, kabarnya seri terakhir dari Fantastic Beast yang merupakan cerita trilogy ini akan dirilis pada tahun 2020 mendatang.

Komentar

Loading...